gbr


gbr
gbr
Bupati Langkat
H Ngogesa Sitepu SH
Wakil Bupati Langkat
Drs H Sulistianto Msi

PHOTO MINGGU INI
gbr
PAK TENGKU ERRY-NGOGESA [ PATEN ] : Bupati Langkat Ngogesa Sitepu menegaskan tetap mendukung HT Erry Nuradi (Tengku Erry) menjabat Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) selama kepemimpinannya berpihak kepada rakyat, pembangunan untuk kesejahteraan rakyat Sumatera Utara terus dipacu..................dstnya.........

gbr

DOA YANG DIPERKENANKAN

KISAH TIGA ORANG HAMBA YANG SHALEH

UJIAN HIDUP SELALU ADA

HIKMAH PUASA

PERTOLONGAN ALLAH

SEBUAH KESAKSIAN

gbr
gbr

13/06/2017. 22.15.00 WIB
NGOGESA : HIMBAU APARATNYA AGAR BERSIKAP PROFESIONAL DAN AMANAH

11/06/2017. 21.45.00 WIB
Safari Ramadhan Pemprovsu Kunjungi Besitang Dan Jaring Halus : MASYARAKAT DUKUNG TENGKU ERRY BERSAMA NGOGESA

10/06/2017 17.45.00 WIB
PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA DI LANGKAT

01/06/2017. 17.32.00 WIB
Tim Safari Ramadhan Pemkab Langkat Kunjungi Sejumlah Masjid

22/05/2017. 20.32.00 WIB
Peringatan Harkitnas Di Langkat Berlangsung Khidmat

18/05/2017 16.46.00 WIB
Festival Nasyid Tingkat Kabupaten Langkat Ke-46 Berakhir : Group Batangserangan Raih Juara

17/05/2017. 21.26.00 WIB
NGOGESA CANANGKAN MENJELAJA DESA MENJEMPUT PAJAK DI BATANGSERANGAN

gbr

Anda Pengunjung ke :

143890

gbr



gbr 1 1 1 1 1

BUDAYA & PARIWISATA

gbr
Arung Jeram
gbr
Bukit Lawang
gbr
Tangkahan
gbr
Putri Belanda  Kelola Rumah Manis Di Bukit Lawang
gbr
Babussalam
gbr
Masjid dari Bandar Langkat
gbr
Masjid Raya Stabat
gbr
Manasik Haji Cilik
gbr
Batu belah batu bertangkup ditemukan di Langkat
gbr
Potensi Wisata Di Bahorok
   

 

MASJID  RAYA STABAT
Terus Berkembang Dari Masa Ke Masa

Setelah dua tahun berdirinya Masjid Azizi di Tanjungpura semasa pemerintahan Sultan Musa, Kejuruan Stabat pun tidak ketinggalan untuk membangun masjid diwilayahnya ,dalam tahun 1904 mulai dikerjakan pembangunan masjid yang kini bernama Masjid Raya Stabat  .

Semasa Kejuruan Stabat T HM Khalid, masjid ini  mulai berkembang dan terakhir diteruskan oleh ahli warisnya diantaranya Tengku Soelung Chalizar dan terakhir dilanjutkan oleh Tengku Syamsul Azhar hingga sekarang. Dengan luas areal 4.454 meter persegi,semula bangunan masjid ini terdiri dari bangunan induk seluas 20 meter persegi delapan,ditambah teras dua meter keliling dengan satu buah menara.Ketika itu jama’ah yang dapat ditampung hanya berkisar 300 orang.

gbr

Belakangan ,teras masjid ditambah lagi dengan swadaya dan partisipasi masyarakat setempat,demikian pula pada bagian atapnya mulai direhab.Dulunya bagian atap kubang terbuat dari kayu besi dari Kalimantan,karena lapuk dimakan usia akhirnya atap kubah diganti dengan seng.

Rehabilitasi masjid silih berganti,namun perkembangannya terasa sangat lamban. Ketika itu bangunan  teras ditambah lagi semasa Bupati  Langkat  H Marzuki Erman.( 1986 ).

gbr


Tengku  Soelung Chalizar selaku Nazir Masjid bersama adiknya Tengku Syah Djohan yang baru diangkat sebagai Lurah Stabatbaru ( 30 Nopember 1991) dengan bantuan swadaya masyarakat yang dikoordinir H Ibnu Kasir selaku pengurus BKM Masjid Raya Stabat,  meneruskan pembangunan  dan rehab masjid tersebut yang hingga kini berkembang pesat.

Sejak Bupati Langkat H Marzuki Erman, H. Zulfirman Siregar,H Zulkifli Harahap dan H Syamsul Arifin SE serta Haji Ngogesa Sitepu sebagai Bupati Langkat sekarang ini , perhatian terhadap perkembangan dan keberadaan masjid diibukota kabupaten ini, terus berlanjut . Sejak 5 Nopember 1994, tanah lapangan masjid sudah bertambah seluas 1.695 meter persegi yang merupakan wakaf mantan bupati alm H Zulkifli Harahap. Sekarang Masjid Raya Stabat sudah dapat menampung 1.350 jama’ah dengan fasilitas kamar wudhuk khusus kaum perempuan disamping kamar wudhuk yang sudah ada sebelumnya, selain itu terdapat bangunan Gedung Perpustakaan yang meraih Juara Harapan dalam lomba perpustakaan masjid se-Sumut tahun 2001.

gbr

Selama tiga tahun berturut-turut ( 1996-1998 ),Masjid Raya Stabat dijadikan sebagai lokasi pelepasan jama’ah calon haji sekabupaten Langkat. Bahkan jamaah haji asal NAD (Naggroe Aceh Darussalam) yang ketika itu berangkat melalui Bandara Polonia Medan,juga menjadikan Masjid Raya Stabat tempat transit.

Sementara itu salah satu keistimewaan masjid ini, terlihat pada setiap bulan Ramadhan, yaitu pengadaan menu khusus untuk bukan puasa bersama . Menunya merupakan makanan ringan khas Melayu yakni Bubur Pedas. Acara berbuka puasa bersama juga terbuka untuk para musafir yang singgah ke masjid ini.

gbr

Semasa Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH penataan halaman masjid terus berlanjut dan pada bagian samping kanan terdapat kantin tempat pedagang makanan yang tertata rapi yang dibangun sejak tahun 2010. Kantin tersebut pada tahun 2013 dibangun secara permanen dengan tiang stainless,atap seng daan lantai keramik seukuran 21 kali 4 meter.

Pada tahun itu juga kamar wudhuk direhab secara permanen dan pada bagian atasnya (lantai dua ) merupakan Aula Masjid Raya Stabat yang dimanfaatkan secara khusus untuk tempat pengajian, manasik haji dan umrah.

gbr

Hingga kini keberadaan Masjid Raya Stabat,menjadi tempat persinggahan dari kaum muslimin terutama jamaah yang melakukan perjalanan lintas Banda Aceh - Medan dan sebaliknya.  Kini Masjid Raya Stabat yang menjadi kebanggaan bagi warga ibu kota Kabupaten Langkat tersebut, merupakan tempat persinggahan bukan saja untuk beribadah ,tetapi juga untuk sekedar melepas lelah dalam perjalanan lintas Sumatera yang didukung areal parkir dan halaman yang asri.

 

Share |

 

 
gbr


gbr
gbr
www.LANGKATonline.com
PWI Perwakilan Kabupaten Langkat
Email: pwilangkat@gmail.com
gbr
gbr

Kiat Menulis yang baik dan benar untuk remaja pelajar. Kirimkan tulisan dan photo anda untuk dimuat di kolom ini

[cek disini]

gbr

gbr

gbr

gbr

gbr

gbrgbrgbrgbrgbr

a a a a
Hak cipta dilindungi undang-undang 2010 - 2017
www.LANGKATonline.com