gbr


gbr
gbr
Bupati Langkat
H Ngogesa Sitepu SH
Wakil Bupati Langkat
Drs H Sulistianto Msi

PHOTO MINGGU INI
gbr
PAK TENGKU ERRY-NGOGESA [ PATEN ] : Bupati Langkat Ngogesa Sitepu menegaskan tetap mendukung HT Erry Nuradi (Tengku Erry) menjabat Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) selama kepemimpinannya berpihak kepada rakyat, pembangunan untuk kesejahteraan rakyat Sumatera Utara terus dipacu..................dstnya.........

gbr

DOA YANG DIPERKENANKAN

KISAH TIGA ORANG HAMBA YANG SHALEH

UJIAN HIDUP SELALU ADA

HIKMAH PUASA

PERTOLONGAN ALLAH

SEBUAH KESAKSIAN

gbr
gbr

17/08/2017. 16.47.00 WIB
Antusias Masyarakat Langkat Saksikan Ragam Kegiatan HUT RI ke-72

13/08/2017. 21.33.00 WIB
PERISITIWA BERSEJARAH BRANDAN BUMI HANGUS MEMBEKAS BAGI MASYARAKAT LANGKAT

08/08/2017. 08.30.22 WIB
Bupati Langkat H. Ngogesa Sitepu SH Apresiasi Bantuan CSR Bank Sumut

07/08/2017. 16.37.00 WIB
NGOGESA BERSAMA MASYARAKAT SYUKURAN ADIPURA

06/08/2017. 19.53.00 WIB
NGOGESA ANTAR CALHAJ LANGKAT HINGGA KE BANDARA KNIA

31/07/2017 16.44.00 WIB
DESA BANYUMAS STABAT, RAIH PRESTASI TOGA TERBAIK TINGKAT SUMUT

27/07/2017. 21.15.00 WIB
NGOGESA CANANGKAN BULAN BAKTI GOTONG ROYONG

gbr

Anda Pengunjung ke :

169122

gbr



gbr 1 1 1 1 1

DAKWAH

gbrMohammad Yasser Fachri

 

 

 

PERTOLONGAN ALLAH

Pertolongan Allah

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (ujian) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh melapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam ujian) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: Bilakah datangnya pertolongan Allah? Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat!
QS Al Baqarah [2]:214

Suara di ujung sana masih terdengar jernih membalas salam yang diucapkan hamba itu kepadanya. Suara sang guru terdengar antusias menanyakan khabar dan keadaan hamba itu. Mereka terlibat percakapan melalui saluran telepon. Lebih dari dua bulan sudah mereka tidak bertemu muka. Sebuah kegiatan rutin yang selalu dilakukan setiap kali hamba itu mengunjungi kota kelahirannya untuk sebuah urusan usaha. Ia menyempatkan diri untuk bertemu sang guru. Mereka akan terlibat pembicaraan yang panjang tentang segala hal hingga kadang berjam-jam, ditemani oleh kudapan tradisonal bermacam rupa dan teh panas tanpa pemanis yang selalu menghangatkan suasana.

Tanpa terasa obrolan telepon yang tadinya ringan dan dipenuhi saling sapa dan tanya berubah menjadi serius saat hamba itu mencurahkan isi hatinya. Ia meminta petuah sang guru yang menurutnya amat bijaksana. Episode hidup berupa ujian yang tidak mengenakkan sedang berlangsung, membuatnya seakan tertatih-tatih dan berusaha bertumpu pada kesabaran yang terkadang menyusut begitu cepat. Terlebih dengan segala fitnah yang berseliweran bagai hujan peluru di musim perang yang memekakkan telinga.

Suara sang guru begitu meneduhkan. Seperti biasa, ia tidak langsung menanggapi pokok persoalan yang sedang ditanyakan. Ia berkata dengan lembut, Maukah saya ceritakan kepadamu tentang riwayat yang bersumber pada Rasulullah Saw? Tanya sang Guru.

Hamba itu menjawab, Tentu saja, Guru. Saya sangat menantinya.

Sang guru memulai kisahnya, Disaat Allah telah selesai menciptakan surga dan neraka, maka Allah Azza wa Jalla memanggil malaikat Jibril untuk melihat keadaan surga itu. Maka malaikat Jibril pun masuk kedalamnya dan melihat keadaannya serta memperhatikan apa yang telah Allah sediakan bagi para penghuninya. Setelah malakaikat Jibril keluar, maka Allah Azza wa Jalla bertanya kepadanya, Apa pendapatmu? Jibril menjawab, Demi Kemuliaan dan Kebesaran Engkau ya Allah, tidak seorangpun dari hamba-Mu yang mendengarnya melainkan akan memilih untuk memasukinya. Kemudian Allah menciptakan rintangan dan halangan berupa berbagai ketidaksenangan yang mengelilingi surga tersebut dan kemudian berkata kembali kepada malaikat Jibril. Kembalilah ke surga dan lihatlah apa yang telah Aku sediakan bagi penghuninya! Maka Jibril dengan patuh melihatnya dan kembali. Allah kembali bertanya kepadanya, Apa pendapatmu kini? Jibril menjawab, Demi Kemuliaan dan Kebesaran Engkau ya Allah, aku khawatir tidak ada dari seorang hamba-Mu yang dapat memasukinya.

Kemudian Allah memerintahkan kepada Jibril untuk pergi ke neraka dan melihat keadaannya dan apa-apa yang telah dipersiapkan Allah bagi para penghuninya. Setelah kembali, Allah bertanya kepadanya, Apa pendapatmu? Jibril menjawab, Demi Kemulian dan Kebesaran Engkau ya Allah, tidak ada seorangpun dari hamba-Mu yang mendengarnya melainkan pasti mereka menghindarinya. Allah kemudian menciptakan berbagai ‘kesenangan’ yang mengelilingi neraka itu dan menyuruh Jibril untuk kembali melihatnya. Setelah kembali, Allah Azza wa Jalla bertanya lagi kepadanya, Kini apa pendapatmu? Demi Kemuliaan dan Kebesaran Engkau ya Allah, aku khawatir, semua dari hamba-hamba-Mu pasti akan memasukinya.

Allah berkata, Ketahuilah wahai Jibril, hamba-hamba Ku yang beriman dan beramal shaleh serta mereka sabar akan ujian yang Aku berikan kepada mereka, pastilah mereka akan masuk kedalam surga dalam keadaan terhormat. (HR Muslim)

Sang guru kemudian membacakan ayat QS Al Baqarah di atas.

Hamba itu lama terdiam sampai akhirnya sang guru memanggil namanya berkali-kali. Hamba itu menjawabnya dengan suara yang berat. Sang guru berusaha menghiburnya dan berkata,

Ingatlah yang mengatur setiap episode kehidupan kita ini adalah Allah, Rabb Yang Maha Agung. Kita semua berada dalam alur skenario yang telah Dia tetapkan….Kenapa kita harus khawatir dan takut? Tidak sulit bagi-Nya untuk mengubah keadaan jika Dia berkehendak. Allah selalu melakukan sesuatu dengan proses karena proses itu akan menguatkan. Contohnya di dalam Al Quran adalah Allah menciptakan langit dan bumi ini dalam enam masa yang berarti sebuah proses. Demikian juga dengan kisah para Rasul dan Nabi yang selalu melalui liku-liku kehidupan yang tidak mengenakkan sebagai sebuah proses. Ujian hidup itu pasti memiliki alur cerita naik dan turun sebagai satu kesatuan yang utuh. Tidak ada yang instant, walaupun Allah sangat mudah untuk melakukannya.

Sang guru melanjutkan, Janganlah pernah meminta agar ujian itu cepat berakhir tapi mintalah kesabaran dan keberkahan dalam menjalaninya. Lambatnya pertolongan adalah bagian dari ujian yang menyebabkan proses itu dapat berjalan sempurna. agar kelak hasilnya dapat kita rasakan sebagai sesuatu yang membahagiakan.

Hamba itu berusaha mencerna perkataan sang guru. Laman-laman ia merasakan kalimat-kalimat bijaksana yang terlontar dari lisan sang guru yang kali ini hanya dapat ia dengar tanpa melihat raut wajah orang yang selalu dapat memberinya keteduhan itu.

Sang guru kembali bertanya, Sudahkah engkau merasakan adanya pertolongan Allah itu?

Hamba itu menjawab, Benar, Tidak ada apapun di dunia ini yang lebih berharga dari pertolongan Allah. Walaupun seorang manusia memiliki kekayaan seisi dunia ini, jika dalam segala usahanya ia tidak pernah memperoleh pertolongan Allah, maka hidupnya akan terasa hina dan menyakitkan…

Terdengar suara sang guru berkata, Alhamdulillah

Rasulullah SAW bersabda: Allah Azza wa Jalla berfirman di dalam hadist Qudsi, Barangsiapa yang tidak rela dengan ketetapan-Ku dan tidak bersabar dengan setiap ujian-Ku, maka hendaklah ia keluar dari naungan langit-Ku dan hendaklah ia memilih Tuhan selain Aku (HR Mutafaqun Alaihi)

Noot: Untuk Pesan-Pesan Harian dapat bergabung di fanpage eDakwah:http://www.facebook.com/eDakwah


Share |
 

 

 
gbr


gbr
gbr
www.LANGKATonline.com
PWI Perwakilan Kabupaten Langkat
Email: pwilangkat@gmail.com
gbr
gbr

Kiat Menulis yang baik dan benar untuk remaja pelajar. Kirimkan tulisan dan photo anda untuk dimuat di kolom ini

[cek disini]

gbr

gbr

gbr

gbr

gbr

gbrgbrgbrgbrgbr

a a a a
Hak cipta dilindungi undang-undang 2010 - 2017
www.LANGKATonline.com