gbr


gbr
gbr
Bupati Langkat
H Ngogesa Sitepu SH
Wakil Bupati Langkat
Drs H Sulistianto Msi

PHOTO MINGGU INI
gbr
PAK TENGKU ERRY-NGOGESA [ PATEN ] : Bupati Langkat Ngogesa Sitepu menegaskan tetap mendukung HT Erry Nuradi (Tengku Erry) menjabat Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) selama kepemimpinannya berpihak kepada rakyat, pembangunan untuk kesejahteraan rakyat Sumatera Utara terus dipacu..................dstnya.........

gbr

DOA YANG DIPERKENANKAN

KISAH TIGA ORANG HAMBA YANG SHALEH

UJIAN HIDUP SELALU ADA

HIKMAH PUASA

PERTOLONGAN ALLAH

SEBUAH KESAKSIAN

gbr
gbr

13/06/2017. 22.15.00 WIB
NGOGESA : HIMBAU APARATNYA AGAR BERSIKAP PROFESIONAL DAN AMANAH

11/06/2017. 21.45.00 WIB
Safari Ramadhan Pemprovsu Kunjungi Besitang Dan Jaring Halus : MASYARAKAT DUKUNG TENGKU ERRY BERSAMA NGOGESA

10/06/2017 17.45.00 WIB
PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA DI LANGKAT

01/06/2017. 17.32.00 WIB
Tim Safari Ramadhan Pemkab Langkat Kunjungi Sejumlah Masjid

22/05/2017. 20.32.00 WIB
Peringatan Harkitnas Di Langkat Berlangsung Khidmat

18/05/2017 16.46.00 WIB
Festival Nasyid Tingkat Kabupaten Langkat Ke-46 Berakhir : Group Batangserangan Raih Juara

17/05/2017. 21.26.00 WIB
NGOGESA CANANGKAN MENJELAJA DESA MENJEMPUT PAJAK DI BATANGSERANGAN

gbr

Anda Pengunjung ke :

143890

gbr



gbr 1 1 1 1 1

DAKWAH

gbrM. Fachri

 

 

 

UNDANGAN YANG AGUNG

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.” (QS Al Hajj [22]:27)

Perjalanan haji adalah sebuah perjalanan yang hanya dapat dilakukan oleh yang “mampu”. Bukan hanya dari sisi materi tapi juga secara ruhani. Begitu banyak ragam niat seseorang untuk berhaji. Ada yang untuk mengejar status dan ada juga yang sekedar “mencuci dosa” yang telah lalu serta ada juga yang ingin memuaskan hawa nafsunya untuk membuktikan bahwa dirinya mampu dan pantas untuk menyandang sebuah gelar “Haji”. Dan yang lebih mengharukan, tanpa disadari atau tidak, bagi sebahagian orang, ibadah haji tak lebih dari sebuah perjalanan wisata dengan membayangkan tempat-tempat indah nan syahdu untuk dikunjungi serta tempat menghabiskan uang untuk berbelanja.

Perjalanan haji adalah sebuah perjalanan yang sarat dengan symbol dan makna. Symbol-simbol yang terukir dalam pakaian ihram yang hanya dua lembar sebagai pertanda bahwa ketika kita menghadap Allah Azza wa Jalla, tak ada apapun yang kita bawa kecuali kain kafan yang akan melingkari tubuh kita. Demikian juga ritual melontar jumrah melambangkan perlawanan kita terhadap syaitan yang terus berusaha menggoda. Pertarungan antara keburukan dan kebaikan itu akan selalu ada selama ruh masih bersemayam dalam tubuh kita.

Puncak dari ibadah haji itu adalah wukuf di Arafah. Tidak ada undangan yang lebih agung ketika Allah memulikan hamba-hamba-Nya di Arafah. Dan hal ini terangkai dalam sebuah pesan Rasulullah Saw, "Haji itu adalah Arafah dan tiada yang membatasi seorang hamba dengan Rabb-nya di hari itu, mereka berada dalam pelukan-Nya" (HR Bukhari).

Arafah adalah replika dari sebuah padang mahsyar kelak tempat dimana semua manusia berkumpul untuk menunggu keputusan Allah Azza wa Jalla. Menimbang dengan ‘mizan’ (baca: timbangan yang adil) kebaikan dan keburukan demi untuk mendapat balasan. Di Arafah semua hamba-Nya yang sedang berwukuf sama kedudukannya, sama-sama merasakan kebesaran-Nya. Tempat jutaan hamba-hamba-Nya melantunkan pujian dan bermunajat dengan linangan air mata yang membasahi setiap wajah-wajah mereka demi memperoleh ampunan dan ridha-Nya.

Ilustrasi perjalanan haji bagaikan perjalanan seorang hamba menuju kepada kematian untuk bertemu dengan Allah Azza wa Jalla. Sungguh bagi mereka yang shaleh, perjalanan ini harus dipersiapkan dengan seksama. Semua hutang akan dilunasinya sebelum keberangkatannya. Semua janji akan dipenuhinya agar tak meninggalkan kewajiban baginya kelak. Demikian juga keluarga yang ia tinggalkan, Ia meninggalkan mereka dalam keadaan lapang dan cukup. Sepucuk wasiat akan ia tinggalkan bagi mereka agar seluruh harta yang pernah ia peroleh sebagai amanah Allah, tidak akan menjadi sumber konflik dan pertengkaran bagi siapapun yang menjadi ahli warisnya. Tak pantas rasanya ia menebar janji bahwa sepulang dari ibadah haji kelak ia akan melakukan ‘ini’ dan ‘itu’. Sebuah janji yang belum tentu ia dapat laksanakan lagi. Ia seharusnya sadar, ia telah di panggil oleh sang Maha Pencipta untuk memenuhi sebuah undangan yang agung….Tidak ada jalan untuk kembali.

Dalam perjalanan haji beberapa tahun yang lalu, dalam suasana wukuf yang masih berjalan, hamba itu memperhatikan seseorang telah ditandu oleh beberapa petugas kesehatan. Beberapa teman-teman dan kerabat mengiringinya. Wajahnya dan sekujur tubuhnya tertutup kain ihramnya dalam tandu yang amat sederhana Ia telah berpulang…. Kembali kepada Rabb-Nya Yang Maha Berkuasa dalam pelukan-Nya. Sungguh sebuah kematian yang agung. Kematian yang amat dirindukan dan pantas untuk membuat iri siapa saja yang melihatnya.

Satu yang amat mengesankan bagi hamba itu. Semua teman-teman dan kerabat yang mengiringi sang mayit dalam sebuah tandu yang amat sederhana itu tersenyum dan penuh kebahagiaan. Mereka sungguh sadar, Allah telah menjanjiikan surga bagi siapapun yang berpulang di dalam pelukan-Nya, dalam sebuah undangan yang agung.

“Wahai jiwa yang penuh kedamaian. Kembalilah kepada Rabb mu dengan hati yang lapang dan diridhai-Nya. Masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku.” (QS Al Fajr [89]:27-30)


Untuk versi lengkap artikel ini dapat di baca http://bit.ly/bYkMju

Share |
 

 

 
gbr


gbr
gbr
www.LANGKATonline.com
PWI Perwakilan Kabupaten Langkat
Email: pwilangkat@gmail.com
gbr
gbr

Kiat Menulis yang baik dan benar untuk remaja pelajar. Kirimkan tulisan dan photo anda untuk dimuat di kolom ini

[cek disini]

gbr

gbr

gbr

gbr

gbr

gbrgbrgbrgbrgbr

a a a a
Hak cipta dilindungi undang-undang 2010 - 2017
www.LANGKATonline.com