gbr


gbr
gbr
Bupati Langkat
H Ngogesa Sitepu SH
Wakil Bupati Langkat
Drs H Sulistianto Msi

PHOTO MINGGU INI
gbr
Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH ketika menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo di Langkat, Jumat (24/11)
Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerjanya ke Stabat, Kabupaten Langkat menyerahkan 8.920 sertifikat tanah kepada masyarakat Sumatera Utara dalam acara meriah yang berlangsung di Alun-alun Tengku Amir Hamzah, Stabat.

gbr

DOA YANG DIPERKENANKAN

KISAH TIGA ORANG HAMBA YANG SHALEH

UJIAN HIDUP SELALU ADA

HIKMAH PUASA

PERTOLONGAN ALLAH

SEBUAH KESAKSIAN

gbr
gbr

11/12/2017. 20.43.00 WIB
NGOGESA : Bisnis Syariah Bermanfaat Untuk Masyarakat Ekonomi Lemah

05/12/2017. 21.00.32 WIB
KAFILAH LANGKAT DI ARENA MTQ PROVINSI , RAIH 17 MEDALI

04/12/2017.20.32.00 WIB
APBD LANGKAT 2018 DISAHKAN RP 1,8 T

04/12/2017. 16.45.00 WIB
Ngogesa Serahkan Piagam Pelayanan Publik Terbaik 2017

29/11/2017. 21.05.00 WIB
ALIANDI PEROLEH JATAH NAIK HAJI DARI NGOGESA

27/11/2017. 20.15.00 WIB
Lima Pasangan Balon Bupati Langkat Jalur Independen Serahkan Berkas Ke KPU

26/11/201720.07.00 WIB
MULAI DIKERJAKAN , REHABILITASI PROYEK PENGOLAHAN SUMUR ZAMZAM.

gbr

Anda Pengunjung ke :

221909

gbr



gbr 1 1 1 1 1

DAKWAH

gbrM. Fachri

 

 

 

CINTAKU TIDAK SEPERTI CINTAMU

“Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.” (QS Al Muddatstsir [74]:6)

Suami istri itu selalu bertengkar. 10 tahun usia perkawinan mereka. Sebuah perjalanan waktu yang tidak lagi muda untuk sebuah hubungan yang didasarkan pada cinta dan kasih sayang yang tulus. Terlebih buah cinta mereka ada pada dua anak semata wayang yang selalu mengisi hari-hari yang mereka lalui Keduanya adalah laki-laki. Yang pertama telah berusia 9 tahun dan yang kedua 7 tahun.

Hari-hari terakhir ini pertengkaran antar mereka semakin memuncak. Tidak cukup dengan kata-kata kasar, kekerasan fisik telah beberapa kali mereka lakukan silih berganti yang mengakibatkan kepedihan mendalam terutama bagi buah hati mereka yang melihatnya. Tidak terasa satu tahun belakangan ini, rumah tangga yang telah mereka bina bagai sebuah neraka dunia yang selalu diliputi kesuraman dan kegelapan jauh dari apa yang mereka dambakan sebagai rumah tangga sakinah, mawaddah wa rahmah.

Akhirnya sang istri tidak tahan lagi. Ia mengajukan gugatan cerai kepada suaminya. Sang suami tidak mau menanggapinya dan mengatakan bahwa hak cerai itu ada pada laki-laki dan bukan pada wanita! Begitu ia ber-argumen. Keadaan ini semakin berlarut-larut dalam kepiluan yang tiada pernah usai untuk diperankan.

Sang suami berdalih, sang istri lah yang telah menghancurkan rumah tangga mereka. Sejak mempunyai ‘PIL’, suasana rumah tangga mereka bagai kapal pecah nan karam yang tak mungkin untuk berlabuh kembali. Sedang sang istri membela dirinya dengan menjelaskan bahwa kedekatannya dengan ‘mantan’ teman SMA nya itu adalah disebabkan karena perhatian sang suami telah luntur kepadanya. Sang suami tidak memperdulikannya dan sibuk dengan urusan pekerjaannya. Jangankan dirinya, anak-anaknya telah ia abaikan dalam hal perhatian.

Walaupun demikian sang suami tidak pernah ‘abai’ dalam hal nafkah kepada istri dan anak-anaknya. Ia terlalu sibuk membangun usahanya dan mendambakan jika usahanya kelak akan berbuah manis, hal itu akan menjadi titik balik bagi dirinya, istri dan anak-anaknya. Ia akan lebih banyak memiliki waktu buat keluarga dan bersama mereka pergi menjelajahi negeri-negeri lain untuk berlibur dan berumroh. Hal inilah yang selalu menjadi cita-citanya. Ia rela untuk berkorban saat ini dalam hal perhatian dan waktu untuk keluarga asal kelak ia akan memperoleh sebuah kehidupan yang menentramkan, lapang dan penuh keindahan.

Disisi yang lain, sang istri merasa tidak mendapat perhatian lagi. Ia merasa banyak kekurangan yang terjadi pada dirinya. Usianya yang telah lebih dari 35 tahun memudarkan kecantikan yang selama ini menjadi kekuatannya. Ia banyak memanjakan dirinya ke tempat-tempat perawatan tubuh, tetap hal itu tidak bisa memuaskan dirinya. Ia telah mengenakan jilbab 3 tahun yang lalu dengan dukungan penuh dari sang suami. Sedikitnya dua kali dalam seminggu ia mengikuti pengajian yang digagas oleh teman-teman sekolah anaknya. Hari-harinya diisi dengan bersosialisasi dengan teman-temannya dari berbagai lintas sosial dan bertemu rutin dengan mereka. Ia seorang yang senang begaul dan cepat meraih kesan sebagai teman yang perhatian nan baik. Sampai akhirnya pada kesempatan sebuah reuni SMA, ia bertemu dengan teman lelaki yang dahulu pernah memberinya harapan akan kasih sayang.

Sang teman baru saja bercerai dengan istrinya. Dan sejak pertemuan itu mereka selalu saling kontak. Dari hal-hal sepele akhirnya topik pembicaraan menjadi diskusi-diskusi yang panjang tentang hubungan rumah tangga dan melebar jauh bagai sebuah hulu sungai yang kecil dan bermuara pada hamparan nan luas tak bertepi. Walaupun demikian sang istri tetap menjaga dirinya dari sebuah kenistaan dan selalu meyakinkan dirinya bahwa hubungan yang ia bina ini hanya berupa pertemanan dan saling berdiskusi untuk mendapatkan solusi kehidupan. Yang tak pernah sang istri sadari adalah kedekatan dengan teman lawan jenisnya itu menjadikan ia berubah dalam hal sikap dan prilaku. Contoh kecil dari masalah ini adalah ketika setiap kali telepon genggamnya berbunyi tanda sinyal sebuah ‘message’ baru telah sampai, cepat-cepat ia membukannya dengan sunggingan senyum manis merekah diwajahnya yang tidak terbantahkan bagi sang suami. Ia rela berlama-lama di depan layar monitor Blackberry nya hanya untuk dapat ber-BBM-ria dengan sang teman yang membuat gusar sang suami. Sampai suatu waktu sang suami memergokinya dan membaca pesan-pesan yang ada untuk kemudian membanting hancur blackberry kesayangannya.

Sejak itu pertengkaran demi pertengkaran berlangsung. Bendera perang seakan dikibarkan dan tudingan serta tuduhan berseliweran bagai peluru meriam yang berbalasan di suatu medan perang terbuka. Hingga akhirnya kekerasan dalam rumah tangga berlangsung tiada henti yang mau tidak mau menjadi tontonan gratis bagi anak-anak mereka yang membuat luka pada jiwa sang anak.



Disebabkan panjangnya pokok bahasan, artikel ini tidak dapat ditampilkan seluruhnya. Untuk versi lengkapnya di http://bit.ly/9HyAJb


Share |
 

 

 
gbr


gbr
gbr
www.LANGKATonline.com
PWI Perwakilan Kabupaten Langkat
Email: pwilangkat@gmail.com
gbr
gbr

Kiat Menulis yang baik dan benar untuk remaja pelajar. Kirimkan tulisan dan photo anda untuk dimuat di kolom ini

[cek disini]

gbr

gbr

gbr

gbr

gbr

gbrgbrgbrgbrgbr

a a a a
Hak cipta dilindungi undang-undang 2010 - 2017
www.LANGKATonline.com