gbr


gbr
gbr
Bupati Langkat
H Ngogesa Sitepu SH
Wakil Bupati Langkat
Drs H Sulistianto Msi

PHOTO MINGGU INI
gbr
Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH ketika menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo di Langkat, Jumat (24/11)
Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerjanya ke Stabat, Kabupaten Langkat menyerahkan 8.920 sertifikat tanah kepada masyarakat Sumatera Utara dalam acara meriah yang berlangsung di Alun-alun Tengku Amir Hamzah, Stabat.

gbr

DOA YANG DIPERKENANKAN

KISAH TIGA ORANG HAMBA YANG SHALEH

UJIAN HIDUP SELALU ADA

HIKMAH PUASA

PERTOLONGAN ALLAH

SEBUAH KESAKSIAN

gbr
gbr

11/12/2017. 20.43.00 WIB
NGOGESA : Bisnis Syariah Bermanfaat Untuk Masyarakat Ekonomi Lemah

05/12/2017. 21.00.32 WIB
KAFILAH LANGKAT DI ARENA MTQ PROVINSI , RAIH 17 MEDALI

04/12/2017.20.32.00 WIB
APBD LANGKAT 2018 DISAHKAN RP 1,8 T

04/12/2017. 16.45.00 WIB
Ngogesa Serahkan Piagam Pelayanan Publik Terbaik 2017

29/11/2017. 21.05.00 WIB
ALIANDI PEROLEH JATAH NAIK HAJI DARI NGOGESA

27/11/2017. 20.15.00 WIB
Lima Pasangan Balon Bupati Langkat Jalur Independen Serahkan Berkas Ke KPU

26/11/201720.07.00 WIB
MULAI DIKERJAKAN , REHABILITASI PROYEK PENGOLAHAN SUMUR ZAMZAM.

gbr

Anda Pengunjung ke :

221910

gbr



gbr 1 1 1 1 1

DAKWAH

gbrM. Fachri

 

 

 

RENUNGAN DARI SEBUAH MUSIBAH

"Orang-orang kafir bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kiamat, kapankah terjadinya? Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktu)-nya? Kepada Tuhan-mu lah dikembalikan kesudahan (ketentuan waktunya). Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari kiamat). Pada hari mereka melihat kiamat itu, mereka seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di sore atau pagi." (QS An Naazi’aat [79]:42-46)

Musibah itu terjadi, semua berjalan sesuai Sunatullah (baca: ketentuan/kaidah yang telah Allah SWT tetapkan). Ada yang selamat dan ada yang harus direlakan untuk kembali kepada Yang Maha Hidup. Pemilik segala kehidupan. Bumi yang berputar adalah Sunnatullah. Demikian juga ketika Allah menetapkan bahwa bagian barat pantai Sumatera adalah lempeng atau patahan yang dapat menyebabkan gempa. Demikian di pulau jawa yang padat penduduknya ini terdapat lebih dari 30 gunung berapi yang aktif dan siap memuntahkan isi perutnya sewaktu-waktu.

Kita terkadang salah dalam menempatkan sebuah kejadian. Ketika musibah datang, kita katakan itu adalah sebuah Sunnatullah, sebuah 'sebab dan akibat' dari apa yang kita lakukan. Tapi ketika hujan yang turun membawa kesejukan dan kesuburan tanah kita, atau angin yang berhembus yang merupakan spektrum frequency bagi kita untuk berkomunikasi antar sesama, kita mungkin lupa menyebut semua itu juga adalah Sunnatullah.

Dapatkah kita Bayangkan jika kejadian-kejadian di muka bumi terjadi tidak mengikuti Sunnatullah? Matahari terbit sesuka hatinya dan Bulan muncul menurut kehendaknya. Hal yang menyebabkan kekacauan hari dan musim yang ada di muka bumi.

Allah ‘Azza wa Jalla menetapkan Sunatullah agar manusia dapat mengambil hikmah daripadanya dalam mempertahankan hidupnya di dunia ini. Sunnnatullah adalah sebuah system kehidupan yang dapat diteliti dan ditelaah dengan seksama yang pada akhirnya akan memberi sebuah ketetapan pasti yang kita sebut ‘hukum alam’. Allah ingin melihat bagaimana kita ‘berproses’ dalam Sunatullah yang Dia tetapkan untuk kita. Ketika Sunatullah itu membawa kebaikan bagi kita, apakah kita bersyukur? Dan ketika Sunatullah itu membawa musibah bagi kita apakah kita bersabar? Adakah kita selalu baik sangka terhadap Sunatullah yang Allah ‘Azza Wa Jalla tetapkan? Apakah kita selalu mengambil pelajaran dan mempersiapkan diri terhadap Sunatullah tersebut? Hal inilah sebenarnya yang harus kita tanyakan ke diri kita dan bukan menyalahkan saudara-saudara kita dengan memvonis mereka akan kesalahan yang belum tentu mereka lakukan.

Dalam zaman yang begitu modern dan dipenuhi dengan kecanggihan ini, kita selalu ingin semua kejadian di depan dapat diprediksi agar kita dapat mempersiapkan diri dengan baik. Manusia modern banyak menggantungkan hidupnya pada ‘prakiraan’. Kita amat berharap ahli-ahli geologi akan menemukan suatu alat untuk memprediksi sebuah gempa akan terjadi. Dan juga kita amat mengharapkan ahli-ahli geofisika dapat memprediksi kapan hujan akan turun dengan pasti. Dapatkah semua itu terjadi?

Dalam beberapa ayat Al Quran, Allah menyebutkan ‘Kiamat’ adalah sebuah peristiwa yang penuh dengan ‘goncangan’ yang berarti dengan keadaan yang menyulitkan dan huru-hara. Hal ini Allah jelaskan pada ayat QS An Naa’ziaat diatas. Tidak ada yang dapat menyebutkan kapan peristiwa Kiamat itu akan terjadi. Dan kita sadari atau tidak, 'Gempa Bumi' adalah sebuah miniatur dari peristiwa kiamat tersebut. Tidak ada seorang ahli pun dapat memprediksi kapan terjadinya. Gempa bumi adalah sebuah goncangan yang mengingatkan manusia betapa tidak berharganya apa yang ia miliki di dunia ini dan dapat binasa dalam sekejap. Sebuah goncangan yang walaupun dalam skala kecil, membawa manusia dalam kepanikan dan huru-hara. Dalam sebuah riwayat Rasulullah saw menyatakan bahwa salah satu tanda kiamat itu adalah banyaknya terjadi gempa bumi yang penuh dengan goncangan itu.

Ketika seorang teman itu tetap bertanya, “Jadi kenapa gempa yang begitu dahsyat itu harus terjadi disini dan menjadi musibah bagi saudara-saudara kita yang muslim? Kepada siapa peringatan Allah itu ditujukan?"

“Allah Yang Maha Tahu”. Kita hanya dapat bercermin dari begitu banyak perjalanan hidup hamba-hamba Allah di dalam Al Quran. Dimulai dari Adam as yang ketika sudah merasa mapan di dalam surga harus terusir, Nuh as yang berdakwah 900 tahun tanpa memiliki pengikut kecuali hanya sebahagian kecil dari keluarga dan kerabatnya, Ibrahim as yang terus menerus mendapat ujian dan harus menempatkan keluarganya di tempat terpisah yang awalnya tandus dan sepi untuk membangun kembali Baitullah, Musa as yang mendapat begitu banyak ujian dari kaumnya setelah mereka terbebas dari kekuasaan Firaun, Sulaiman as seorang yang sangat berkuasa harus kehilangan kekuasaannya dalam beberapa saat, Yusuf as yang mendekam di penjara karena fitnah dan Rasulullah saw yang hidup dalam kesulitan dan kesusahan diawal masa kenabian dan harus berperang dan banyak bersabar dimasa tinggal di Madinah.

...



Disebabkan panjangnya pokok bahasan, artikel ini tidak dapat ditampilkan seluruhnya. Untuk versi lengkapnya di http://bit.ly/ahGhHn

Share |
 

 

 
gbr


gbr
gbr
www.LANGKATonline.com
PWI Perwakilan Kabupaten Langkat
Email: pwilangkat@gmail.com
gbr
gbr

Kiat Menulis yang baik dan benar untuk remaja pelajar. Kirimkan tulisan dan photo anda untuk dimuat di kolom ini

[cek disini]

gbr

gbr

gbr

gbr

gbr

gbrgbrgbrgbrgbr

a a a a
Hak cipta dilindungi undang-undang 2010 - 2017
www.LANGKATonline.com