gbr


gbr
gbr
Bupati Langkat
H Ngogesa Sitepu SH
Wakil Bupati Langkat
Drs H Sulistianto Msi

PHOTO MINGGU INI
gbr
Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH ketika menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo di Langkat, Jumat (24/11)
Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerjanya ke Stabat, Kabupaten Langkat menyerahkan 8.920 sertifikat tanah kepada masyarakat Sumatera Utara dalam acara meriah yang berlangsung di Alun-alun Tengku Amir Hamzah, Stabat.

gbr

DOA YANG DIPERKENANKAN

KISAH TIGA ORANG HAMBA YANG SHALEH

UJIAN HIDUP SELALU ADA

HIKMAH PUASA

PERTOLONGAN ALLAH

SEBUAH KESAKSIAN

gbr
gbr

11/12/2017. 20.43.00 WIB
NGOGESA : Bisnis Syariah Bermanfaat Untuk Masyarakat Ekonomi Lemah

05/12/2017. 21.00.32 WIB
KAFILAH LANGKAT DI ARENA MTQ PROVINSI , RAIH 17 MEDALI

04/12/2017.20.32.00 WIB
APBD LANGKAT 2018 DISAHKAN RP 1,8 T

04/12/2017. 16.45.00 WIB
Ngogesa Serahkan Piagam Pelayanan Publik Terbaik 2017

29/11/2017. 21.05.00 WIB
ALIANDI PEROLEH JATAH NAIK HAJI DARI NGOGESA

27/11/2017. 20.15.00 WIB
Lima Pasangan Balon Bupati Langkat Jalur Independen Serahkan Berkas Ke KPU

26/11/201720.07.00 WIB
MULAI DIKERJAKAN , REHABILITASI PROYEK PENGOLAHAN SUMUR ZAMZAM.

gbr

Anda Pengunjung ke :

221244

gbr



gbr 1 1 1 1 1

DAKWAH

gbr Mohammad Yasser Fachri

 

 

 

UJIAN HIDUP SELALU ADA

Dan sungguh akan Kami berikan ujian kepadamu dengan sedikit kegelisahan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS Al Baqarah [2] 155)

Jika kita melihat ayat Allah diatas dengan seksama, dapat kita mengambil pelajaran bahwa ujian hidup yang selalu menyertai seorang hamba itu ada lima.
Yang pertama adalah kegelisahan (ketakutan). Kegelisahan selalu identik dengan sebuah peristiwa yang belum menghampiri kita atau belum terjadi sama sekali. Sebuah peristiwa yang ada di depan yang selalu kita harap-harap cemas dalam menunggu kedatangannya atau menantikan seperti apa wujud kejadiannya. Sesuatu yang sebenarnya diluar nalar dan pemahaman kita karena belum terjadi.

Yang kedua adalah kelaparan. Dalam hal ini kekurangan bahan makanan yang menjadi penyebabnya. Bisa jadi kita mampu mengadakannya dengan harta yang kita miliki tapi bahan makanan itu tidak tersedia.

Yang ketiga adalah kekurangan harta. Dalam hal ini tidak tercukupinya kebutuhan hidup sehari-hari karena kita tidak memiliki penghasilan ataupun penghasilan yang masih belum dapat mencukupi.

Yang keempat adalah kekurangan/kehilangan jiwa. Bisa jadi penyakit yang kita derita ataupun kehilangan orang-orang yang kita sayangi.
Yang kelima adalah kekurangan buah-buahan. Buah-buahan disini dapat berarti sebuah tanaman yang kita semai bibitnya, kita tanam, kita pelihara setiap hari dengan menyiramnya dan memberinya pupuk.

Tapi tanaman itu tidak berbuah seperti apa yang kita harapkan ataupun tidak berbuah sama sekali. Sebuah perumpamaan bagai sebuah cita-cita yang selama ini kita usahakan untuk mencapainya tapi pada akhirnya cita-cita itu harus pupus. Demikian juga anak-anak yang kita didik dan besarkan dengan susah payah. Berharap suatu saat kelak mereka menjadi seperti apa yang kita harapkan ternyata hal itu tidak menjadi kenyataan.

Allah Azza wa Jalla memilih kata-kata Kami dan bukan Aku dalam ayat Nya yang telah disampaikan diatas, karena Allah ingin memberi informasi kepada hamba-hamba-Nya bahwa ada keterlibatan makhluk-makhluk-Nya dalam setiap ujian yang Dia tetapkan. Dalam hidup ini kita banyak berhubungan dengan manusia lain. Bukankah kegelisahan, kesedihan, kekurangan harta, dan hilangnya harapan dapat disebabkan orang-orang disekitar kita ? Demikian juga peran malaikat tidak dapat diabaikan dalam sebuah ujian Allah.

Karena para malaikatlah yang berperan dalam menghijaukan ataupun mengeringkan bumi ini dengan air hujan yang turun. Demikian juga segala bencana yang datang menghampiri adalah perintah Allah kepada malaikat-Nya. Demikian juga para malaikat-Nya yang selalu mendoakan hamba-hamba-Nya yang sabar.
Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Rabb-nya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang berada di bumi. Ingatlah bahwa sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Asy Syuura [42]:5)

Begitu Maha Adil dan Maha Penyantun Allah Azza wa Jalla. Walaupun Dia Maha Berkuasa dan Maha Berkehendak, ketika sebuah peristiwa yang terjadi melibatkan para makhluk-Nya ia memilih kata Kami daripada Aku.
Demikian juga dengan kata sedikit pada ayat diatas. Kita harus menyadari bahwa setiap ujian yang Allah berikan itu hanya sedikit dan kita sangat mungkin untuk menyelesaikannya. Kemampuan yang kita miliki untuk menyelesaikannya jauh melampaui apa yang diujikan kepada kita.

Sesungguhnya, besarnya balasan sesuai dengan besarnya musibah. Jika Allah mencintai suatu kaum, maka mereka akan diuji dengan berbagai musibah. Barang siapa yang ridha, maka dia akan mendapat ridha Allah. Dan barang siapa yang marah (atas apa yang menimpanya ), maka dia akan memperoleh murka Allah. (HR At-Tirmidzi)

Yang fakir kepada ampunan
Rabb-Nya Yang Maha Berkuasa
M. Fachri


Share |
 

 

 
gbr


gbr
gbr
www.LANGKATonline.com
PWI Perwakilan Kabupaten Langkat
Email: pwilangkat@gmail.com
gbr
gbr

Kiat Menulis yang baik dan benar untuk remaja pelajar. Kirimkan tulisan dan photo anda untuk dimuat di kolom ini

[cek disini]

gbr

gbr

gbr

gbr

gbr

gbrgbrgbrgbrgbr

a a a a
Hak cipta dilindungi undang-undang 2010 - 2017
www.LANGKATonline.com