gbr


gbr
gbr
Bupati Langkat
H Ngogesa Sitepu SH
Wakil Bupati Langkat
Drs H Sulistianto Msi

PHOTO MINGGU INI
gbr

MENUNGGU WAKTU PELANTIKAN :
KPU Langkat, telah menetapkan pasangan Terbit Rencana dan Syah Afandin (Terasa) sebagai pasangan calon Bupati Langkat dan Wakil Bupati Langkat terpilih pada Pilkada kemarin dengan perolehan suara tertinggi 242.273 suara atau 52,66 persen.
Dalam gambar kelihatan Bupati Terpilih TERBIT RENCANA dan NyTio Rita Terbit Rencana sewaktu diabadikan, Jumat 17 Agustus 2018.

gbr

DOA YANG DIPERKENANKAN

KISAH TIGA ORANG HAMBA YANG SHALEH

UJIAN HIDUP SELALU ADA

HIKMAH PUASA

PERTOLONGAN ALLAH

SEBUAH KESAKSIAN

gbr
gbr

02/09/2018. 21.23.00 WIB
NGOGESA SAMBUT KEPULANGAN JAMAAH HAJI DI BANDARA KUALA NAMU

23/08/2018 21.04.22 WIB
Di Masjid Raya Stabat : PEMBERIAN DAGING QURBAN DISERTAI AMPLOP UANG BUMBU

17/08/2018 21.00.14 WIB
SEMARAK HUT RI Ke 73 DI LANGKAT DIWARNAI ATRAKSI GAJAH

07/08/2018. 1.46.00 WIB
NGOGESA SITEPU PEROLEH PENGHARGAAN DARI KAPOLDASU : 293 Siswa Bintara Polri Ikuti Pendidikan di SPN Polda Sumut, di Langkat

07/08/2018. 17.44.00 WIB
Seleksi STQ Tingkat Sumut : KAFILAH LANGKAT RAIH JUARA TILAWAH DEWASA PUTRI

02/08/2018. 21.27.00 WIB
Ngogesa Janjikan Hadiah Umrah Untuk Peserta Terbaik Seleksi Tilawatil Quran (STQ)

02/08/2018. 09.34.00 WIB
SURI ALAM KETUA DPRD LANGKAT

gbr

Anda Pengunjung ke :

405030

gbr



gbr 1 1 1 1 1

12/07/2012. 09.02.00 WIB
Ketua TP. PKK Kab. Langkat Hj. Nuraida Ngogesa : KAMPUNG BALI ASET BERHARGA YANG HARUS DILESTARIKAN


LangkatOnline.Com
Ketua TP. PKK Kabupaten Langkat Hj. Nuraida Ngogesa mengunjungi salah satu aset parawisata yang selama ini kurang dikenal luas dikalangan masyarakat Kabupaten Langkat, kedatangannya tersebut selain memberikan bantuan juga melepaskan kerinduannya terhadap suasana dan keramah-tamahan masyarakat yang telah sah menjadi etnis ke-13 di Bumi Langkat.


Semoga Jadi Penambah Semangat Untuk Mengembangkan Kebudayaan, ujar Nuraida sembari menyerahkan berbagai macam bantuan dan bingkisan yang sengaja didatangkan dan dibawa langsung dari Propinsi Bali berupa alat-alat penunjang seni kebudayaan etnis Bali saat dirinya berada di Dusun Panca Dharma Desa Paya Tusam atau yang populer dengan sebutan Kampung Bali, Rabu (11/7).


Bantuan yang dibawanya untuk etnis masyarakat Bali di Langkat ini , berupa peralatan budaya dan kesenian yang dibawa dari Denpasar,Bali, ujar Nuraida Ngogesa seraya menambahkan barang-barang ini kita beli di sana seusai menerima penghargaan Manggala Karya Kencana dalam acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke- XIX di Mataram,NTB baru baru ini .



Nuraida juga mengatakan bahwa atas kedatangannya itu, dirinya juga bermaksud mengenalkan keberadaan Kampung Bali di daerah Langkat kepada masyarakat luas bahkan keluar wilayah Langkat yang merupakan aset berharga yang sudah sepatutnya menjadi kebanggaan dan dilestarikan.


Kepala Kantor Kebudayaan dan Parawisata Rudi Kinandung yang juga berada dilokasi menyatakan bahwa keberadaan Kampung Bali sebagai salah satu aset dan potensi parawisata di Langkat sangat membutuhkan kepedulian seperti yang telah ditunjukan oleh Ketua TP. PKK tersebut, pihaknya mengajak masyarakat setempat untuk dapat membantu melestarikan dan mengenalkan bahwa Langkat memiliki miniatur Bali yang merupakan kebanggaan.


Sementara Camat Wampu Persadanta Sembiring mewakili warganya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Nuraida yang telah peduli dan datang mengunjungi masyarakat Wampu khusunya Kampung Bali, Kunjungan ini kiranya dapat menambah motivasi bagi warganya untuk terus mendukung program Pemerintah dan mengenalkan keanekaragaman budaya masyarakat setempat katanya.


Sebelumnya Nuraida juga sempat menyinggahi dua SD Negeri tepatnya SD 057204 dan SD 054902 di Dusun 2 Desa Stungkit, dalam kunjungannya tersebut seperti biasa dirinya selalu membawa dan membagikan bingkisan berupa paket susu dan makanan bergizi kepada 295 orang murid dua SD itu. Hadir Ketua PK Golkar Paino yang turut berpartisipasi dalam kegiatan kunjungan itu juga ikut menyumbangkan 50 kaleng cat untuk memperindah bangunan pure Panitaan Agung milik masyarakat Hindu Bali setempat.


Seperti diketahui di Kabupaten Langkat sejak tahun 70-an terdapat perkampungan etnis BALI yang bermukim di Desa Payatusam/ Besilam Bukitlembasa Kecamatan Wampu.

Dahulunya mereka merupakan pengungsi dari Dusun Kadelalang Kabupaten Gianyer Provinsi Bali , akibat pemukiman mereka porak poranda terkena siraman lahar panas sewaktu meletusnya Gunung Agung di Bali pada tahun 1963.

Sebelum ke Langkat para pengungsi dari Bali tersebut bekerja sebagai buruh perkebunan di Tanjung Garbus Lubuk Pakam dan sebahagian lagi berada di Asahan.


Beberapa tahun menjadi buruh kebun penghidupan tidak berobah malah bertambah parah,akhirnya terpaksa mencari lokasi pemukiman baru dan datang ke Langkat Sejak tahun 1974 Pemkab Langkat menyerahkan lahan seluas 180 ha, lokasinya persis di perbatasan Desa Payatusam dan Besilam Bukitlambasa Kecamatan Wampu sekarang ini ( dahulunya termasuk Kec.Stabat sebelum pemekaran) .

Selain membangun gubuk-gubuk tempat berteduh, para pengungsi yang umumnya penganut Hindu Bali itu, juga membangun tempat beribadahnya yaitu Pure Panitaan Jagad Widyenate yang berdiri megah ditengah-tengah lokasi pemukiman mereka.


Belakangan bagi sebagain warga yang sudah mampu masing-masing membangun pure ( tempat ibadah Hindu Bali) disamping kediaman mereka. Sekarang ini, kata Ketut Sarte sebahagian besar para pengungsi banyak yang mandah Riau, mereka membuka lahan untuk perkebunan. Paling-paling warga Bali yang asli tinggal 40 KK lagi, ujarnya menyelaskan.


Menyinggung ritual keagamaan Hindu Bali masih tetap mereka lakukan, seperti halnya dalam menyongsong Hari Raya Nyepi, sehari sebelumnya mereka mengadakan upacara Tawur Kesangeh yang bermakna untuk menyucikan diri di Pure dan berlanjut dengan membuang sesajen di anak sungai. Selanjutnya pada Hari Raya Nyepi tersebut mereka melakukan tapa,yoga dan semadi sehari penuh tanpa makan dan minum .


Beberapa pantangan yang harus dilaksanakan diantaranya , tidak dibenarkan untuk menyalakan api serta tidak mengobarkan hawa nafsu (Amati Geni), Tidak melakukan kegiatan jasmani selain meningkatkan kegiatan menyucikan rohani ( Amati Karya). Serta tidak bepergian keluar rumah dan senantiasa melakukan pemusatan pikiran terhadap Ida Sanghyang Widhi (Amati Lelungaan). ***


Ketua TP-PKK Kab. Langkat Hj. Nuraida Ngogesa diabadikan bersama salah seorang warga di depan gerbang/pure Kampung Bali dikecamatan Wampu, Langkat.Rabu (11/7).

 

Share |
 

 

 
gbr
gbr
Ketua Partai Golkar Sumatera Utara H Ngogesa Sitepu SH ketika mengucapkan selamat sambil salam kompak bersama Airlangga Hartarto seusai terpilih sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar dalam arena Munaslub Partai Golkar yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) belum lama ini.
gbr
www.LANGKATonline.com
PWI Perwakilan Kabupaten Langkat
Email: pwilangkat@gmail.com
gbr
gbr

Kiat Menulis yang baik dan benar untuk remaja pelajar. Kirimkan tulisan dan photo anda untuk dimuat di kolom ini

[cek disini]

gbr

gbr

gbr

gbr

gbr

gbrgbrgbrgbrgbr

a a a a
Hak cipta dilindungi undang-undang 2010 - 2017
www.LANGKATonline.com