gbr


gbr
gbr
Bupati Langkat
H Ngogesa Sitepu SH
Wakil Bupati Langkat
Drs H Sulistianto Msi

PHOTO MINGGU INI
gbr

MENUNGGU WAKTU PELANTIKAN :
KPU Langkat, telah menetapkan pasangan Terbit Rencana dan Syah Afandin (Terasa) sebagai pasangan calon Bupati Langkat dan Wakil Bupati Langkat terpilih pada Pilkada kemarin dengan perolehan suara tertinggi 242.273 suara atau 52,66 persen.
Dalam gambar kelihatan Bupati Terpilih TERBIT RENCANA dan NyTio Rita Terbit Rencana sewaktu diabadikan, Jumat 17 Agustus 2018.

gbr

DOA YANG DIPERKENANKAN

KISAH TIGA ORANG HAMBA YANG SHALEH

UJIAN HIDUP SELALU ADA

HIKMAH PUASA

PERTOLONGAN ALLAH

SEBUAH KESAKSIAN

gbr
gbr

29/10/2018. 21.33.00 WIB
HARI SUMPAH PEMUDA DI LANGKAT Pemuda Pelopor : Raja Onthel Purba, Ryan Permana dan Putra Handika

24/10/2018. 21.35.00 WIB
Bupati Langkat Ngogesa Sitepu : LUNCURKAN PROGRAM BPNT

23/10/2018. 21.43.00 WIB
Seputar R APBD 2019 : BUPATI LANGKAT SAMPAIKAN NOTA JAWABAN

18/10/2018. 09.32.00 WIB
Bupati Langkat Resmikan Pintu Bendungan PLTM Sei Wampu I- Kutambaru

02/09/2018. 21.23.00 WIB
NGOGESA SAMBUT KEPULANGAN JAMAAH HAJI DI BANDARA KUALA NAMU

23/08/2018 21.04.22 WIB
Di Masjid Raya Stabat : PEMBERIAN DAGING QURBAN DISERTAI AMPLOP UANG BUMBU

17/08/2018 21.00.14 WIB
SEMARAK HUT RI Ke 73 DI LANGKAT DIWARNAI ATRAKSI GAJAH

gbr

Anda Pengunjung ke :

441108

gbr



gbr 1 1 1 1 1

09/02/2011.09.00.17 WIB
Katanya, Menurut Sumber yang Dapat Dipercaya

Dua perkataan yang patut dipertimbangkan wartawan ketika membuat berita, yaitu perkataan katanya dan menurut sumber yang dapat dipercaya. Dua perkataan itu dapat menimbulkan masalah. Katanya, kata siapa, harus jelas. Menurut sumber yang dapat dipercaya, apakah sumber yang tak dapat dipercaya boleh diberitakan?

Tak sembarang orang dapat menjadi wartawan. Profesi ini memerlukan keahlian. Tak bisa hanya sekedar dapat menulis saja. Perlu motivasi. Apa motivasinya untuk menjadi wartawan? Apa sekedar dapat kerja? Atau karena tak ada pekerjaan yang lain. Motivasi ini perlu jelas. Karena dari motivasi itulah nantinya diketahui integritas wartawan tersebut.

Kalau kita membalik sejarah, jelas terlihat motivasi pejuang-pejuang pers masa lalu. Mereka menjadi wartawan ingin membebaskan bangsanya dari penjajah, ingin memerdekakan bangsanya. Bukan untuk dapat kerja. Dengan motivasi kuat seperti itu, mereka mampu ikut berjuang untuk bangsanya. Sejarah tak dapat menghapus peran mereka.

Orang boleh bilang, bukankah keadaan sudah berobah? Bangsa Indonesia sudah merdeka? Pers sudah pula memperoleh kemerdekaannya setelah lahirnya UU no. 40 tahun 1999 tentang Pers. Memang kita sudah merdeka, sudah ada UU yang menjamin kemerdekaan pers, tapi motivasi menjadi wartawan tak boleh berobah, tak boleh tergerus zaman. Karena itulah, maka sebagai suatu profesi, pers ataupun wartawan punya Kode Etik Jurnalistik.

Kode Etik Jurnalistik patut menjadi jiwa dan semangat kerja wartawan. Kode Etik itulah yang menjadi motivasi wartawan. Karenanya setiap wartawan perlu dan patut memahami dan menaatinya. Wartawan di dalam menjalankan tugasnya harus jujur. Dengan bersikap jujur, membuat masyarakat percaya kepada pers. Pers perlu menjaga kepercayaan ini. Sebab kalau masyarakat sudah tak percaya lagi kepada pers, maka pers akan ditinggalkan. Dan nasib pers itu tinggal tunggu waktu.

Dalam kaitan inilah kenapa wartawan perlu diingatkan mempertimbangkan menggunakan dua perkataan tadi di dalam membuat berita, yaitu katanya dan menurut sumber yang dapat dipercaya. Perkataan katanya perlu jelas, kata siapa. Kalau itu kata narasumber jelaskan siapa narasumber itu. Kalau tidak, maka segala sesuatu yang dikatakan sebagai katanya menjadi tanggungjawab pers, wartawan bersangkutan.

Demikian juga dengan perkataan menurut sumber yang dapat dipercaya. Wartawan harus sadar, setiap sumber berita haruslah dapat dipercaya. Kalau ada sumber yang tidak dapat dipercaya, kenapa harus diberitakan. Bukankah hal tersebut sudah melanggar kepercayaan masyarakat kepada pers? Jika sumber berita tidak mau disebut namanya, wartawan wajib menghormatinya. Jika memang beritanya dapat dipertanggungjawabkan maka bisa saja wartawan menulisnya menurut sumber kami, atau sumber surat kabar bersangkutan.

Wartawan harus jujur. Jika memang sumber berita tak jelas maka di dalam membuat berita wartawan pantang berlindung dengan menggunakan katanya atau menurut sumber yang dapat dipercaya. Naif sekali apalagi jika berita tersebut ternyata merupakan pendapat wartawan itu sendiri. Wartawan patut dan perlu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pers. Kiranya hal tersebut perlu menjadi renungan para wartawan saat memperingati Hari Pers Nasional 9 Februari. Dirgahayu Pers Nasional.(Harian Analisa, Rabu (9/2). ***
Penulis H. Sofyan Lubis adalah Ketua Umum PWI Pusat 1993-1998, kini tinggal di Jakarta..

Logo HPN ( Hari Pers Nasional ) 2011 : acara puncak berlangsung Rabu 9 Februari 2011 dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, di Kupang NTT ( Nusa Tenggara Timur).

 

Share |
 

 

 
gbr
gbr
Ketua Partai Golkar Sumatera Utara H Ngogesa Sitepu SH ketika mengucapkan selamat sambil salam kompak bersama Airlangga Hartarto seusai terpilih sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar dalam arena Munaslub Partai Golkar yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) belum lama ini.
gbr
www.LANGKATonline.com
PWI Perwakilan Kabupaten Langkat
Email: pwilangkat@gmail.com
gbr
gbr

Kiat Menulis yang baik dan benar untuk remaja pelajar. Kirimkan tulisan dan photo anda untuk dimuat di kolom ini

[cek disini]

gbr

gbr

gbr

gbr

gbr

gbrgbrgbrgbrgbr

a a a a
Hak cipta dilindungi undang-undang 2010 - 2017
www.LANGKATonline.com